LABEL BLOG

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Profil Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Desa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 April 2010

Kayanya Desaku

Ternya setelah ku lihat potensi yang ada didesaku sangat banyak, mulai dari pertanian, peternakan sampai dengan kerajinan seperti membuat mebel Jondang,kursi,meja, Gasebo / gazebo dan lain sebagainya.

mungkin kalo bisa dipetakan dalam pengembangannya lebih baik, potensi-potensi yang ada dipadukan dan saling melengkapi, seperti yang ada diwilayah kadus I banyak sekali pengkrajin mebel, di wilayah kadus dua adanya lahan pertanian yang subur dan dikadus tiga banyak lahan darat untuk tebu dan singkong juga memiliki pasar desa.
Read more ....................

Sabtu, 27 Juni 2009

Gotong Royong untuk mengikat kebersamaan



Mungkin orang bilang Gotong Royong Sudah hilang tapi di Desaku itu masih ada terlihat masyarakat bersama-sama dalam memperbaiki jalan yang akan dikeraskan dalam Program PNPM, warga pun antusias secara bergilir mereka


bersama-sama, bahu membahu memperbaiki kondisi jalan yan rusak dan tampa ada gaji, walaupun begitu mereka tetap dengan senang hati melaksanakan.

mungkin sebagian dari kita mengganggap kerjabati hanyalah penggaran atau bagi mereka yang kurang kerjaan tapi kalau mau berpikir untuk kepentingan bersama dengan gototong royong dapat merekatkan hubungan dalam bermasyarakat. banyak hal yang dapat dilakukan dalam memper erat hubungan dalam bermasyarakat diantaranya kerja banti rutinan setiap jum'at pagi atau yang sering disebut di Desaku dengan jum'at bersih. atau dengan arisan RT nan atau Siskampling semua itu merupakan Tradisi tinggalan leluhurkita yang perlu dipertahankan karena kalau dingat kemerdekaan indoseia tidak lepas dari Gotong royong. Read more ....................

Selasa, 26 Mei 2009

Siskamling tambah kas RT dan tingkatkan keamanan

Kegiata dalam rangka menjaga keamanan sangat diperlukan apalagi situasi seperi saat ini sang cukup suling dalam menghadapi kehidupan, aneka raga cara dilakukan dari mulai yang baik-baik sampai yang ndak bener. tapi selagi kita mau berusaha sebenarnya ada jalan.

seperti yang dilaksanakan masyarakat raguklampitan salah satunya RT 19 RW 04, RT 12 RW 03 dan RT yang lainnya melaksanakan ronda malam dan jimpitan (sedik beras yang ditaruh untuk diambil bagi yang jaga ). fungsi dari jimpitan tersebut selai sebagi bukti bagi yang jaga telah melakukan patroli keliling wilaya RT untuk meningkatkan keamanan juga dapat menambah kas RT .

karena situasi didesa seperti sekarang ini dimana keamanan mulai berkuran karena aktifitas masing-masing individu seperti salah satu kasus yang menimpa warga RT 14/03 terjadi pembobolan uang dan perhiasan di siang bolong selain kewaspadaan warga juga perlu kewaspadaan individu masing-masing karena setiap pelaku pasti mencari saat-saat dimana sasaran atau target sedang terlena.
Read more ....................

Benda sejarah di curi

Kadang aku berpikir mengapa sesuatu yang yang dianggap bermanfaat bagi orang lain dimabil bengitu saja tampa memperdulikan nilai dari manfaatnya, itu yang terjadi didesaku sebuah batu yang merupakan salah satu bukti sejarah desa raguklampitan, batu yang ada bekas telapak kaki bayi yang menurut legenda Raguklampitan adalah bekas telapak kaki mbah soko waktu dimandikan di belik (mata air yang adapenampungannya seperti sendang tapi kecil).

memang posisi batu itu tidak dipindahkan dari tempat aslinya sampai saat dipindahkan orang yang tidak berbudi, tidak menghormati nilai sebuah bukti sejarah.

dari dulu setiap batu itu diambil orang akan selalu ada bala / musibah bagi yang mengambil sehingga masyarakat sekitar tetap membiarkan batu itu pada tempat aslinya, pernak terjadi salah satu warga dukuh gendolo (nama dukuh di desaku) mengambil batu itu dan digunakan sebagai ampak ( pengganjal tiang penyangga utama ) untuk gubuk dan apa yang terjadi pada orang itu seketika sampai di rumah orangnya langsung sakit diobatkan ke pidan,mantri,dokter,dukun tak kunjung sembuh dan ketika ditanyakan kepada sesepuh desa disarankan untuk mengembalikan batu yang diambilnya, aneknya ketika batu itu di kembalikan orangnya langsung sembuh seperti tak terjadi apa-apa. dan masik banyak contok kejadian lainya, bukannya kita mengimankan kejadian tersebut dan mungkin semua itu hanya suatu kebetulan atau gimana prosesenya saya juga tidak faham.

tapi entah mengapa sampai sekarang batu yang berharga bagi desaku tak kunjung pulang.
sangat disesalkan perbuatan itu.
Read more ....................

Jumat, 22 Mei 2009

Acara Adat

Di desaku setiap Bulan Apit (Bulan dalan Penanggalan Jawa) bertepatan dengan hari dan wetonnya Petinggi yang berkuasa diadakan acara SEDEKAH BUMI, Sedekah bumi merupakan acara Ritual sebagai rasa syukur kepada yang kuasa terhadap Anugrah yang diberikan kepada kita dan biasanya bersamaan dengan paska panen padi, dalam sedekah bumi diadakan Pagelaran wayan kulit yang mengambil lakon tetang Kesuburan, tentang wahyu atau yang baik-baik, diadakan sedekah bumi diharapan keselematan bagi seluruh warga, jauh dari mara baya dan menjadikan desa gemah ripah loh jinawi.

dalam acara ritual selain sedekah bumi juga ada acara sedekah bumi perangkat, dilaksanakan juga dibulan apit hanya khusus untuk Perangkat Desa.

Dalam acara sedekah bumi ubo rampe selamatannya tidak boleh ada hewan sembeliha atau dengan kata lain tidak boleh menggunakan daging dari hewan yang disembelih dipercaya oleh masyarakat itu akan menyebabkan marabaya di desa kami. dan ketika pantangan itu dilanggar sering terjadi hal-hal yang diluar keawajaran bukannya kita mengimankan tapi dari kenyataannya memang terjadi seperti itu.

PUNDEN DAN ACARA SELAMETAN

Selain sedekah bumi yang bersifat Desa atau Umum, Desa juga mengadakaan selametan untuk akal bakal desa yang sering disebut dengan insulah manganan, setiap Punden dalam melaksanakan Ritual manganan memiliki Ubo rambe yang berbeda-beda menurut Para Sesepuh Desa ubo Rampe atau sesaji yang digunakan menurut kelangenan /kesukaan masing-masing Akal Bakal Tesebut.

PUNDEN SOKOYaitu tempat dimakamkannya Tokoh yang berkaitan dengan asul-usul Desa Raguklampitan lokasinya di Dukuh Gumelar. Acara selametannya dilaksanakan pada Malam Ahad Legi di Bulan Apit. biasanya masyarakat saat melakukan ritual akan menunggu tanda-tanda dari alam yang sering terjadi adalah Gerimis atau Hujan apabila setelah Ritual atau saat melaksanakan Ritual ada gerimis atau gerimis atau hujan itu pertanda baik, diyakinni oleh masyarakat setempat apabila hal itu terjadi pertanda Kemakmuran di Desa akan tetapi kalau tidak ada gerimis atau pun hujan maka masyarakat akan menjadi karesah sebab pertanda akan sulit sandang pandan, selain warga setempat juga warga dari Desa Sukodono juga sering melaksanakan Ritula di punden tersebut dan sering pada Hari Malam Jum'at wage karena bagi mereka merukan temasuk tokok yang berkaitan dengan desa Sukodono.

Adapun ubo rampe atau sesaji yang dipergunakan adalah Sego kendel yaitu nasi yang dimasak dalam kendil, Sego Bucet komplet, tempong, Degang ambon ijo, dan semua merupakan sarat yang utama selain lauk pauk lainnya yang penting tidak sembelihan.

PUNDEN WATU KELOH menurut cerita turun temurun watukeloh dulunya adalah sapi yang digunakan untuk Strek (angkutan tradisional untuk membawa bambu) saat itu kelelahan dan istirahat disitu dan menjadi batu. adapun selametan dilaksanakan pada Malem Senin Pahing pada bulan Apit dengan uborampe Sego Kendel, Tempong, Banyu Tape, Bucet Komplit.


Menurut cerita turun temurun yang muncul beberapa versi diantaranya bahwa tokoh tersebut bernama setolumayu dan sebagian lagi ada yang menceritakan bahwa punden tersebut hanyalah ulah dari anak-anak pengembala waktu itu yang sedang bermain dan memasang batu nisan dari batu dan nama Bokor diabil dari bahasa arab Baqorun yang artinya sapi walau pun begitu masyarakat masih tetap percaya bahwa tempat itu adalah tempat yang keramat dan masih dianggap salah satu akal bakal desa Raguklampitan. Adapun selametannya saat manganan dilaksanakan pada malem senen wage di bulan apit dengan ubo rampe Sego kendel, Botok iwak kebo ( daging tidak boleh menyembelih sendiri harus dari luar daerah ) Rujak degan kelopo ijo, banyu tape, gedang ambon ijo.

Read more ....................

Sejarah Desaku

Menurut cerita Sesepuh Pinisepuh Desaku

Pada zaman dahulu kala ada sebuah pesantren di Desa Sukodono Kecamatan Tahunan yang di pimpin seorang kyai bernama kyai Soko. Setelah kyai itu menikah dengan seorang santrinya , beliau pindah dari Desa Sukodono. Perjalanan beliau di mulai dari sebuah Desa yaitu Ngabul kata Kabul, yakni keinginan beliau untuk keluar dari Desa Sukodono terkabul. Kemudian beliau berjalan ketimur dan semakin ketimur, sesampai nya di sebuah daerah terdapat pohon asem yang lebat buahnya, Layaknya orang hamil biasanya istri kyai itupun nyidam buah asem hingga daerah itupun dinamakan desa Ngasem. Kemudian perjalananpun dilanjutkan, semakin kedaerah timur hingga sampai kesuatu daerah istri kyai itupun melahirkan anaknya didaerah tersebut, dan alas yang digunakan untuk melahirkan anak tersebut adalah lampit ( sejenis anyaman dari bambu yang biasanya digunakan untuk menghalangi sinar matahari masuk kedalam rumah ), karena bayi itu menggunakan lampit, dan lampit itu digelar untuk alas tempat melahirkan maka daerah itu dinamakan Gumelar ( salah satu dukuh di Desa Raguklampitan ). Karena bayi itu lahir di dengan selamat maka kyai itu dan istri nyapun bersyukur pada Allah akhirnya daerah di dekat gumelar dinamakan sekuro dari kata Syukura yang artinya bersyukurlah. Dengan menggunakan barang seadanya bayi itupun dibungkus dengan lampit yang di gunakan sebagai tempat melahirkan bayi tadi, kemudian kyai dan istrinya mencari air untuk memandikan bayi tersebut, karena dibungkus dengan lampit kyai itupun ragu – ragu apakah bayi itu sudah meninggal atau masih hidup. Asal mula Desa Raguklampitan berasal dari kata ragu – ragu dan lampit. Akhirnya kyai itu mendapatkan sebuah sendang di daerah gendolo ( salah satu dukuh di desa raguklampitan ) bayi tersebut dimandikan di sendang tersebut dan terdapat bekas telapak kaki bayi di dua buah batu yang di gunakan untuk memandikan bayi tadi, dan batu itunsampai sekarang masih ada di sendang itu, setelah beberapa hari bayi itu meninggal dan dimakamkan di sendang tadi yakni di dukuh gondola. Karena kyai tadi berasal dari sukodono maka makam bayi tadi di sebut punden saka dan sampai sekarang masih di pundit – pundit terlebih pada ahad legi di bulan apit selalu diadakan sedekah bumi untuk memperingati hari jadi Desa Raguklampitan. sampai saat ini sejarah asal usul raguklampitan masih dari cerita turun temurun dan itupun dengan fersi yang berbeda-beda kamipun masih terus mencari dan mengumpulkankan data dari cerita para tokoh dan sesepuh desa selain itu pun kami mencoba untuk menelusuri ke desa-desa yang masih ada alur asal muasal desa ku.

Read more ....................

ENTRI POPULER

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra